Google Maps dan Google Earth untuk GPS Tracking System

Google telah memfasilitasi kita dua aplikasi serupa namun tak sama, yakni Google Earth dan Google Maps, yang mengandalkan citra satelit untuk memberi visual geografis permukaan bumi pada umumnya.

Perbedaan paling mendasar antara kedua aplikasi tersebut adalah bahwa Google Maps dapat diakses dan langsung digunakan melalui internet web browser. Ini artinya, pelacakan real-time via web tidak akan menemui kesulitan yang berarti.

Sementara Google Earth harus didownload dan diinstal terlebih dahulu pada media penyimpanan (hard drive) komputer pengguna baik itu sistem Windows, Mac OS dan Linux. Setelah diinstall, komputer anda juga bisa menggunakan fitur Google Earth melalui aplikasi Google Maps. Untuk akses lebih praktis, Google Earth juga tersedia dalam bentuk plugin untuk web browser dan versi untuk sistem operasi smartphone seperti iPhone OS dan Android.

Fitur yang jelas membedakan Google Earth adalah visualisasi tiga dimensi (3D), artinya pengguna akan lebih dimanjakan dengan visual lebih nyata dari kota-kota tertentu, bangunan dan tekstur geografis yang ada di bumi. Hal ini berarti ada prasyarat lebih tinggi bagi komputer atau sistem operasi agar mampu menjalankan fungsi Google Earth. Konfigurasi minimum untuk Google Earth paling tidak adalah Memory 128MB RAM, 200MB ruang hard-disk, 3D graphics card / 3D-capable video card 16MB VRAM, resolusi 1024×768, 32-bit true color screen, dan network speed 128 kbps (Broadband/Cable Internet).

Sedangkan Google Maps yang lebih memprioritaskan pada tampilan visual dua dimensi, tentu lebih mudah dan cepat dijalankan dan cukup via browser. Sebagian menyatakan hal ini sudah lebih dari cukup untuk keperluan navigasi atau menunjukkan lokasi dan arah. (marcomm/agp)